Cerpen
Rubrik untuk suara Cerita Pendek
-
Jangan Ya, Nak
“Jangan ya, Nak….” Suara Ayah pelan, hampir tenggelam oleh deru angin di luar, tetapi tidak ada keraguan di sana. “Cukup Ayah dan Ibu yang menjalani…
-
Doa yang Dilemparkan ke Tanah
“Terima kasih, Pak Arif. Acara kita mulai.” Musik menghantam. Doa yang baru saja naik ke langit seperti dilempar kembali ke tanah.
-
-
Amin yang Sunyi
Ketika gawai kembali menyala, pertanyaan itu muncul lagi, sama persis tanpa perubahan apa pun.
-
Pugar di Pangkal Lidah
“Nenek, Arkana sudah bilang berkali-kali. Pakai bahasa Indonesia saja. Nanti kalau teman-teman Arkana dengar lewat voice note atau saat mereka main ke sini, Arkana malu.…
-
19.03
Untung ia kelewatan kereta terakhir karena sibuk mencari sesuatu yang tidak penting, sebab ketidakpentingan itulah yang baru saja menyelamatkan sesuatu yang penting.
-
Tekukur Ayah
Seperti sebelum-sebelumnya, Tuhan selalu membantu. Biasanya, malam sebelumnya sudah ada gambaran tentang bantuan Tuhan. Jika bukan malam sebelum hari H…
-
Tungku di Tengah Hutan
“Cukup! Kalian ini hanya formalitas! Tanda tangani saja daun-daun itu, tugas kalian adalah membuat semuanya terlihat legal, bukan membuat saya pusing!”
-
Malaikat di Siang Bolong
Baca cerpen “Malaikat di Siang Bolong”: Kisah tragis warga desa yang terobsesi bersedekah pada pengemis yang dikira malaikat, namun berujung pada tragedi berdarah.
-
Maskumambang Diborgol
Suatu subuh, suara gemuruh terdengar dari Maskumambang. Asap tipis naik. Abu turun seperti debu halus di atap rumah. Orang-orang terdiam….















