Cerpen
Rubrik untuk suara Cerita Pendek
-
143
Entah sejak kapan manusia mulai bergantung pada alat untuk merasakan sesuatu, menerima, dan memberikan cinta
-
Juet Madu di Bukit Langge
Raih mengangguk, baru menyadari betapa manisnya Juet itu, manis seperti gula di rumahnya, bahkan lebih dari madu. “Raih, kita namai ini..
-
Arga dalam Perkara Abadi
Apakah begini memang hidup orang kebanyakan? Lahir, sekolah, kerja, menikah, punya anak, lalu mati. Pola yang seolah sudah disepakati tanpa musyawarah.
-
Perihal Merindu adalah Sumber Luka
Ada bayang-bayang rindu yang begitu menggeletar gelisah menampar nuraniku.
-
Namaku Kinda
Mungkin aku tidak akan mengangkat telepon dari masa laluku. Mungkin aku akan memeluk lebih erat, berkata lebih jujur, dan berhenti memainkan teka-teki cinta yang terlalu…
-
Sahabat dari Balik Cermin
Sebelum kembali, Alira mengajak Nayla ke sebuah menara tinggi. Di dalamnya, ada ratusan cermin kecil,
-
Arman Sang Raja Minyak
Dalam sel kecilnya, Arman merenung. Ia mengingat nasihat ayahnya yang dulu sederhana tapi penuh makna. “Anakku, kekayaan tanpa hati hanyalah kehancuran.”
-
Mengetuk Pintu yang Belum Ditemukan
Sore itu, Ratna membakar rokok ketiga belasnya. Asapnya menempel di dinding, membentuk bayangan seperti siluet orang-orang berseragam rapi, berdasi, menatap sinis ke arahnya.
-
Anak Alam
Orang-orang memanggilnya “Anak Alam”. Bukan karena ia dilahirkan dari rahim pohon beringin atau air sungai, tapi karena ia tidak pernah duduk di bangku sekolah
-
Surga di Balik Hembusan Napas
Di ruangan yang disebut “Balai Nafas”, Abah Gozali menjelaskan bahwa setiap santri perempuan yang terpilih akan mendapatkan ijazah ruhani—semacam pemberkatan spiritual yang katanya hanya bisa diberikan lewat…















