Opini
Rubrik untuk suara-suara subjektif namun reflektif dan tetap mengakar pada fakta
-
Paylater dan Ilusi Kebebasan: Kebiasaan Berutang di Era Digital
Faktanya, paylater memang menawarkan kenyamanan yang luar biasa. Tanpa perlu menyediakan uang tunai, seseorang dapat memperoleh barang yang ia inginkan dalam hitungan menit
-
Apa Jadinya Demokrasi Tanpa Ruang Perlawanan?
Kebebasan berekspresi di internet memang bukan lagi sekadar isu normatif, melainkan telah menjadi ruang perlawanan sehari-hari, tempat merespons ketidakadilan, mengkritik kebijakan, dan membangun imajinasi politik…
-
Predator di Balik Tembok Pesantren
Banyak pesantren dibangun di atas budaya sami’na wa atha’na—kami mendengar dan kami taat—yang nyaris tanpa ruang kritik.
-
Doom Spending: Belanja sebagai Pelarian Eksistensial
Pada era ini rata-rata orang membeli sesuatu bukan karena benar-benar memerlukannya, melainkan karena ingin meredakan penat, menghibur diri, atau melupakan kecemasan yang diam-diam menumpuk dalam…
-
Melawan Hegemoni Progres Linier untuk Membebaskan Kreativitas Jiwa
Tuntutan akan progres linier yang kaku merupakan bentuk pemasungan terhadap potensi manusia yang sangat luas dan beragam.
-
Mohon untuk Tidak Menyudutkan Orang Tua Terlebih “Ibu” yang Memilih Bekerja dan Menitipkan Anak di Daycare
Pilihan menitipkan anak di daycare bukan kesalahan. Ibu yang memilih tetap bekerja jugalah bentuk tanggung jawab sebagai orang tua.
-
Tidak Perlu Tergesa-gesa, Kalau Baru Paham “Alif” Sampaikan Tentang “Alif”
Kalau yang kita pahami baru “alif”, maka sampaikanlah tentang “alif”. Tidak perlu tergesa-gesa menjangkau “ba”, apalagi “ya”. Bukan karena ilmu itu harus disembunyikan, tetapi karena…
-
Paradoks Hari Buruh: Apakah Cara Terbaik Merayakan Hak Pekerja Adalah dengan Tidak Bekerja?
Di beberapa negara (termasuk Indonesia), Hari Buruh dirayakan dengan cara meliburkan pekerja. Pertanyaannya, apakah cara terbaik merayakan hak pekerja adalah dengan… tidak bekerja. Sebuah paradoks…














