Sastra
-
Doa yang Dilemparkan ke Tanah
“Terima kasih, Pak Arif. Acara kita mulai.” Musik menghantam. Doa yang baru saja naik ke langit seperti dilempar kembali ke tanah.
-
Ketika Air Mata Menjadi Telaga
Air mata sang ratu menjadi menarik bukan karena kita harus menerimanya sebagai fakta geografis, melainkan karena ia menunjukkan kemampuan manusia mengubah pengalaman batin menjadi simbol…
-
-
Puisi Tentang Sebelum Kertas Menjadi Sesuatu
Sebelum memiliki sayap/ia hanya selembar kertas/yang terbaring di atas meja.
-
Amin yang Sunyi
Ketika gawai kembali menyala, pertanyaan itu muncul lagi, sama persis tanpa perubahan apa pun.
-
Ketika Kritikus Sastra Kehilangan Panggung
Budi Darma mengingatkan bahwa ketika pembaca biasa memaksakan diri menjadi kritikus, kritik sastra mudah terjebak pada hal-hal dangkal.
-
Pantun Redup, Mengungkap Penurunan Popularitas Pantun di Era Sastra Saat Ini
Pantun itu membutuhkan bentuk tulisan untuk tetap hidup dan lestari dalam kehidupan masyarakat supaya berjejak. Atau supaya generasi yang akan datang tahu bagaimana bentuk pantun…
-
Hujan Angin di Buku Sejarah dan Puisi Lainnya
tempat piknik rusak / karpetnya basah / semua berubah dingin / kaca spion retak lalu luruh / memudarkan huruf-huruf di buku / sejarah tentang dunia…
-
Negeri Goyang, Rekayasa Penguasa, dan Jatah Penguasa
ruang persidangan ramai lawakan / kemarin aku bertamasya ke gedung pertunjukan















