Sastra
-
Aku yang Membeli Neraka dengan Tanda Tangan Sendiri
Aku duduk di sudut kamar yang bisu, dinding menatapku seperti hakim pemarah. Kepalaku penuh suara-suara lama, mengingat tiap janji yang kubikin dengan mulut sembarangan.
-
Bendera Bahagia Milik Kita Semua
Karena bendera paling indah, adalah yang membuat semua orang merasa diterima. Bendera yang membuat kita tersenyum saat melihatnya. Bendera yang bisa kita warnai bersama, tanpa…
-
Puisi-Puisi Farhan Azizi
Wisuda tinggal foto untuk diubah jadi lamaran kerja / kepala pecah lagi, tapi bukan karena ujian—karena hidup nyata.
-
Sahabat dari Balik Cermin
Sebelum kembali, Alira mengajak Nayla ke sebuah menara tinggi. Di dalamnya, ada ratusan cermin kecil,
-
Sastra: Nafas Estetik Pembentukan Karakter Bangsa
Sastra memiliki peran penting dan strategis dalam membentuk karakter bangsa, sehingga perlu diintegrasikan secara serius dalam pendidikan sejak usia dini melalui pemilihan genre, pengelolaan pembelajaran,…
-
Serakah
Dan ketika tubuhnya lemah dan ia memanggil nama Tuhan ia akan sadar bahwa Tuhan pun pergi karena ia terlalu sibuk menjadi tuhan bagi dirinya sendiri
-
Setan Merah di Senjakala
“Glory glory” jadi gema palsu/bertabrak rindu di dada fans yang tetap setia/meski tiap akhir pekan jadi luka baru.
-
Arman Sang Raja Minyak
Dalam sel kecilnya, Arman merenung. Ia mengingat nasihat ayahnya yang dulu sederhana tapi penuh makna. “Anakku, kekayaan tanpa hati hanyalah kehancuran.”
-
Mengetuk Pintu yang Belum Ditemukan
Sore itu, Ratna membakar rokok ketiga belasnya. Asapnya menempel di dinding, membentuk bayangan seperti siluet orang-orang berseragam rapi, berdasi, menatap sinis ke arahnya.
-
Versi Beta yang Belum Selesai
Aku tak pernah ingin kamu sempurna/karena aku sendiri masih versi beta/penuh bug, kadang hang, dan suka tiba-tiba blank/kalau kamu tersenyum.















