Opini
Rubrik untuk suara-suara subjektif namun reflektif dan tetap mengakar pada fakta
-
Beragama di Zaman Modern, Mengapa Filsafat Tetap Dibutuhkan
Filsafat mampu memberikan warna baru selain hitam dan putih, memberikan pilihan win-win situation dalam sebuah masalah, dan menjaga kita dari cacat logika.
-
Mahasiswa di Era Digital
Sebagai kelompok terdidik, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan narasi yang sehat di ruang digital.
-
Tanpa Kemampuan Berbahasa, Apa Jadinya Bangsa?
Esensi berbahasa bukan sekadar soal ejaan atau kaidah baku. Bahasa adalah alat berpikir. Menata bahasa berarti menata logika.
-
Menata Ulang Tata Ruang, Menjaga Masa Depan Pulau Sumatra
Banjir di Sumatra bukanlah takdir yang tidak bisa diubah, peristiwa itu adalah buah dari keputusan tata ruang yang kurang tepat, dan dapat diperbaiki dengan perencanaan…
-
Tantangan dan Peluang Bahasa Indonesia di Era Society 5.0
Bahasa Indonesia bukan sekadar alat, tetapi modal budaya yang menentukan arah identitas keindonesiaan di tengah kompetisi global
-
Menangis Bersama Sumatera
Di tengah kepanikan gempa Solok tadi pagi, atau saat banjir besar kemarin, masih saja ada orang iseng yang menyebar kabar bohong di WhatsApp.
-
Membaca Kemenangan Zohran Mamdani di New York
Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Walikota New York City (NYC) bukan sekadar berita pergantian pejabat. Ini adalah sebuah episentrum politik…
-
Budi Arie dan Projo: Adaptasi Historis Relawan Pasca-Figur
Daripada membangun mesin politik dari nol, Budi Arie dan kader inti Projo memilih untuk menjadi kader co-opted yang langsung menempati posisi strategis di dalam parpol…
-
Buku, Membaca, dan Kehidupan Sosial Kebangsaan
Buku adalah ruang penyimpanan semua peristiwa, dan membaca buku adalah salah satu cara memahami hubungan dan penyebab peristiwa itu.
-
Boikot Trans7 dan Martabat Pesantren
Gelombang boikot terhadap Trans7 pada Oktober 2025 menjadi cermin besar bagi relasi antara media modern dan dunia pesantren yang telah menjadi fondasi moral bangsa.















