Opini
Rubrik untuk suara-suara subjektif namun reflektif dan tetap mengakar pada fakta
-
Buku, Membaca, dan Kehidupan Sosial Kebangsaan
Buku adalah ruang penyimpanan semua peristiwa, dan membaca buku adalah salah satu cara memahami hubungan dan penyebab peristiwa itu.
-
Boikot Trans7 dan Martabat Pesantren
Gelombang boikot terhadap Trans7 pada Oktober 2025 menjadi cermin besar bagi relasi antara media modern dan dunia pesantren yang telah menjadi fondasi moral bangsa.
-
Dua Wajah Tunjangan Guru: Sejahtera di Dompet, Lesu di Kelas
Tunjangan Profesi Guru adalah sebuah kebijakan dengan dua wajah. Di satu sisi, ia adalah sebuah keberhasilan yang tak terbantahkan. Namun di sisi lain, ia belum…
-
Dekonstruksi Peta Jalan Pikir Seorang Penggosip
Ketika seseorang menceritakan tentang kejatuhan atau keberhasilan orang lain, sebenarnya ia sedang menegosiasikan posisinya sendiri dalam peta moral kehidupan: Apakah aku lebih baik darinya? Apakah…
-
Tetap Menjadi Pembaca Tanpa Buku
Pertama sekali harus kita akui tidak setiap orang menyukai buku, bukan karena mereka membenci apalagi malas membaca buku tetapi karena keterbatasan waktu.
-
Melawan Quarter Life Crisis dengan Pisau Filosofis dan Teologis
Robbins & Wilner menggambarkan gejala quarter life crisis cukup serius: depresi, kesepian, kehilangan keterampilan sosial, hingga terjebak dalam lingkaran pergaulan yang tidak sehat
-
Panduan Aman Koordinasi Aksi Demonstrasi
Membawa dan fokus terhadap aspirasi amat penting agar massa aksi berbeda dengan massa yang mengambang, yang hanya ikut-ikutan apa yang terjadi tanpa memahami yang hendak…
-
Ketika Unjuk Rasa Menggugat Legitimasi Kuasa
Dalam sistem yang sehat, unjuk rasa menjadi saluran aspirasi sekaligus peringatan keras bagi kekuasaan yang bobrok.
-
Mana Lebih Baik, Buku Fisik atau Buku Digital?
Buku fisik ataupun buku digital punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung pada kebutuhan dan kondisi.
-
DPR, Gedung Aspirasi atau Pabrik Legislasi?
Bagi sebagian rakyat, DPR bukanlah “Dewan Perwakilan Rakyat”, melainkan “Dewan Perwakilan Rentenir” atau “Dewan Perwakilan Rezim”
















