Opini
Rubrik untuk suara-suara subjektif namun reflektif dan tetap mengakar pada fakta
-
Tetap Menjadi Pembaca Tanpa Buku
Pertama sekali harus kita akui tidak setiap orang menyukai buku, bukan karena mereka membenci apalagi malas membaca buku tetapi karena keterbatasan waktu.
-
Melawan Quarter Life Crisis dengan Pisau Filosofis dan Teologis
Robbins & Wilner menggambarkan gejala quarter life crisis cukup serius: depresi, kesepian, kehilangan keterampilan sosial, hingga terjebak dalam lingkaran pergaulan yang tidak sehat
-
Panduan Aman Koordinasi Aksi Demonstrasi
Membawa dan fokus terhadap aspirasi amat penting agar massa aksi berbeda dengan massa yang mengambang, yang hanya ikut-ikutan apa yang terjadi tanpa memahami yang hendak…
-
Ketika Unjuk Rasa Menggugat Legitimasi Kuasa
Dalam sistem yang sehat, unjuk rasa menjadi saluran aspirasi sekaligus peringatan keras bagi kekuasaan yang bobrok.
-
Mana Lebih Baik, Buku Fisik atau Buku Digital?
Buku fisik ataupun buku digital punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung pada kebutuhan dan kondisi.
-
DPR, Gedung Aspirasi atau Pabrik Legislasi?
Bagi sebagian rakyat, DPR bukanlah “Dewan Perwakilan Rakyat”, melainkan “Dewan Perwakilan Rentenir” atau “Dewan Perwakilan Rezim”
-
Ketika Angka Menghantui Tubuh: Melanjutkan Perbincangan tentang Diet, Gangguan Makan, dan Definisi Sehat
Narasi kesehatan modern seringkali menempatkan tubuh bukan sebagai rumah, melainkan sebagai proyek pembangunan.
-
Jangan Terjebak! Ini Dia Tips Hindari Standar Kesuksesan Palsu
Kesuksesan tidak selalu berarti punya rumah mewah, gaji besar, atau jalan-jalan ke luar negeri. Menentukan standar pribadi membuat kita tidak mudah goyah oleh pencapaian orang…
-
Personal Branding vs Pencitraan: Apakah Kamu Autentik atau Hanya Pencitraan?
Personal branding akan bertahan dan konsisten karena lahir dari keaslian, sedangkan pencitraan akan mudah runtuh karena hanya dibangun demi kesan, bukan kenyataan.
-
Pelajaran dari Pati
Nama Pati belakang mendadak menjadi headline bukan karena festival melainkan karena kebijakan fiskal yang memantik gelombang protes.















