Opini
Rubrik untuk suara-suara subjektif namun reflektif dan tetap mengakar pada fakta
-
Tata Krama Lokal dan Pengaruh Media Sosial
Artikel ini menegaskan pentingnya menjaga tata krama masyarakat Lombok Utara di tengah arus perubahan yang dibawa oleh media sosial, dengan cara memanfaatkannya untuk memperkuat, bukan…
-
Dari Layar ke Rumah Sakit: Kisah Pria 60 Tahun dan Bromism
AI dapat menjadi pintu masuk informasi, tetapi bukan gerbang akhir pengambilan keputusan medis.
-
Pelajaran dari Brasil untuk Indonesia: Memahami Politik Pekerja Gig dan Tantangan Masa Depan
Salah satu sisi optimis dari cerita Brasil adalah munculnya inisiatif koperasi milik pekerja.
-
Membaca: Kegiatan Wajib Warga di Negara Maju
Di negara-negara maju, membaca bukan sekadar aktivitas untuk hiburan atau pengisi waktu luang, melainkan sebuah kewajiban sosial dan intelektual.
-
Satu Malam, Satu Tugas Akhir: Strategi Kilat yang Tetap Berkualitas
Dengan niat kuat, strategi jelas, dan sedikit kenekatan, tugas akhir semalam bukan sekadar mitos—meski sebaiknya tetap menjadi opsi darurat, bukan kebiasaan.
-
Sekolah Rakyat: Menjahit Ulang Pendidikan dari Pinggiran
Posisi Sekolah Rakyat di bawah Kemensos bisa mengesankan bahwa pendidikan dianggap sebatas bentuk bantuan sosial jangka pendek, bukan hak konstitusional warga negara dan investasi jangka…
-
Perubahan Partai Politik di Indonesia dari Pluralisme Awal ke Politik Personal
Pasca Reformasi, budaya partai bergeser menjadi lebih personal. Partai menjadi kendaraan politik untuk tokoh atau keluarga, dan kerap bergantung pada modal besar. Kaderisasi lemah membuat…
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12%: Antara Data Resmi dan Persepsi Lapangan
Pertumbuhan di atas lima persen sering dipandang sebagai tanda ekonomi yang sehat dan dinamis. Namun, tidak sedikit pula yang mengernyitkan dahi. Di media sosial, komentar…
-
Royalti Pemutaran Lagu, Menghargai Pencipta Bukan Menutup Pintu bagi Pendengar
Sistem distribusi royalti yang cenderung “yang kaya semakin kaya” memperkuat dominasi lagu populer dan meminggirkan musisi independen, padahal kafe dan ruang publik berfungsi sebagai kurator…
-
Tan Malaka di Era Media Sosial: Andai Ia Masih Hidup
Jika Tan Malaka masih hidup di era media sosial, ia kemungkinan besar akan menjadi content creator yang menggunakan berbagai platform digital.















