Indeks
-
Tidak Perlu Tergesa-gesa, Kalau Baru Paham “Alif” Sampaikan Tentang “Alif”
Kalau yang kita pahami baru “alif”, maka sampaikanlah tentang “alif”. Tidak perlu tergesa-gesa menjangkau “ba”, apalagi “ya”. Bukan karena ilmu itu harus disembunyikan, tetapi karena…
-
Paradoks Hari Buruh: Apakah Cara Terbaik Merayakan Hak Pekerja Adalah dengan Tidak Bekerja?
Di beberapa negara (termasuk Indonesia), Hari Buruh dirayakan dengan cara meliburkan pekerja. Pertanyaannya, apakah cara terbaik merayakan hak pekerja adalah dengan… tidak bekerja. Sebuah paradoks…
-
Mengembalikan Makna Pendidikan Kemanusiaan
bukankah perjalanan kehidupan itu sendiri—yang di dalamnya selalu melalui proses belajar—integral dengan proses penyempurnaan diri, atau yang oleh para filsuf disebut dengan kegiatan iman dan…
-
When “Disiden” Enters the Mainstream: Language, Power, and the Quiet Politics of Naming
A viral remark by Prabowo Subianto calling Rocky Gerung a disiden sparks debate in Indonesia. This opinion explores how the term “disiden” reflects shifting views…
-
Pelajaran dari Jembatan Cangar: Konstruksi Sosial Membatasi Ruang Berbagi bagi Laki-Laki
Peristiwa di Jembatan Cangar ini juga berkaitan dengan konstruksi sosial mengenai cara individu, khususnya laki-laki, mengekspresikan emosi.
-
Pantun Redup, Mengungkap Penurunan Popularitas Pantun di Era Sastra Saat Ini
Pantun itu membutuhkan bentuk tulisan untuk tetap hidup dan lestari dalam kehidupan masyarakat supaya berjejak. Atau supaya generasi yang akan datang tahu bagaimana bentuk pantun…
-
Menggali Konsep “Inner Beauty” Ala Kartini di Masa Kini
Bagi Kartini, kecantikan tidak terletak pada tampilan fisik, melainkan pada pikiran yang tercerahkan, keberanian untuk bersuara, dan komitmen terhadap kemanusiaan.
-
Hidup Hemat: Cara Bijaksana Menjawab Krisis Ekonomi dengan Akal Sehat
Sering kali, masalah keuangan muncul bukan karena penghasilan terlalu kecil, tetapi karena kita tidak menyadari ke mana uang kita pergi.
-
Jika Kebahagiaan Hanya Soal Ekonomi, Mengapa 10 Orang Terkaya di Dunia Bukan Orang Paling Bahagia?
jika kita cari melalui mesin pencari, siapa orang paling bahagia di dunia, maka nama pertama yang keluar adalah Matthieu Ricard
-
Kepala Bisa Berencana, tapi Perut Menentukan Segalanya
Jika kepala punya logika, bahasa, dan sebagainya sebegitu berlimpah. Perut tidak. Perut hanya punya satu bahasa, “kruuuk…”, ya, bunyi keroncongan.















