Kepalaku Rumah Sakit Jiwa

Kepalaku Rumah Sakit Jiwa

Sajak yang Ditulis Pada Usia Dua Puluh Tujuh

dua puluh tujuh tahun
‎tubuhmu
megap-megap ‎dikerjai sunyi
‎dikejar-kejar kesedihan

terseret angin
karena ringkih dan letih
‎
kau memandang balon mengapung
di atas jalan, ‎lalu ingatan
melemparmu ‎ke dalam diri yang lampau:
‎
‎kau belum ingin selesai menjadi anak-anak
‎menyusuri gorong-gorong dengan tulus
‎tanpa kemeja, tanpa kamera
‎riang dalam guyuran hujan
‎tanpa perlu memikirkan citra
‎
‎tapi usia seperti alarm yang tak bisa ditunda:
‎(pekerjaan, cicilan, kemacetan, kecemasan)
‎
‎Bogor, 2026

Lagu Malam Pos Ronda

ketika gelas arak
‎dalam putaran keenam
‎kuserahkan segala rasa
‎lukaku, luka kita
‎dalam irama
‎gitar yang kurang satu senar
‎
‎dengar, dengarkan
‎oleh kalian, kawan
‎
‎bulan ikut sempoyongan
‎waktu menjadi lambat
‎biarlah lagu ini mewangi
‎tercium hingga pagi
‎
‎Tuhan,
‎panjangkan umur teman-temanku
‎hingga satu di antara kami
‎menjadi robin hood
‎merampok kebahagiaan
‎lalu dibagi-bagi
‎pada orang-orang malang
‎
‎Bogor, 2026

Kepalaku Rumah Sakit Jiwa

kepalaku adalah rumah sakit jiwa
‎yang telah lama dihuni kata-kata

‎mereka gemar melantur
‎terkadang tantrum ‎
ketika gagal menjadi puisi
‎
‎kepalaku adalah rumah sakit jiwa
‎yang coba mengobati luka dan trauma

‎dari kata-kata
yang membuat gila
‎bertahun-tahun lamanya

Bogor, 2025

Jalan Tak ada Ujung

dari celah-celah gang
‎depan rumah
‎keresahan mengawasi
‎
‎aku berjalan dengan dada
‎yang rentan sesak napas
‎aku melihat kesedihan
‎yang dibawa angin kota
‎menempel di dinding rumah tetangga
‎
‎berulang kali jalanan
‎memuntahkan keperihan
‎yang sama:
‎
‎bau gas yang hampir habis
‎bunyi token listrik
‎dan cinta yang terkubur
‎dalam tumpukan sampah di sungai
‎
‎aku di sini
‎tak ada yang tersisa
‎pun juga kata-kata
‎
‎mungkinkah berpura-pura
‎menjadi penyair
‎menyelematkanku dari sakit jiwa?
‎
‎Bogor, 2026


Editor: Andi Surianto

Penulis

Avatar Indra maulana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *