Indeks
-
Apa Itu Hidup “Yang Wajar”: Menalar Balai Pikir
Ihwal paling mengganggu dalam frasa “hidup wajar” terletak pada bagaimana manusia memahami “hidup yang wajar” itu.
-
Korupsi, Agama, dan Pendidikan
Korupsi pada hakikatnya lebih dari pelanggaran hukum karena melakukan penyelewengan hak individu atau kelompok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
-
Zig-Zag di Langit Nusantara: Catatan Perjalanan Seorang Instruktur NDP Menjelajahi Lima Kota Perkaderan HMI
Rute penerbangan perkaderan HMI seperti ini kerap saya hadapi. Seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, saya terbang dari Jakarta ke Ternate, dari Ternate ke…
-
Homo Homini Lupus di Tengah Penderitaan Korban Bencana
Kasus korupsi di BNPB adalah cerminan nyata dari matinya rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.
-
Cerita dari Dalam Rumah Tahanan: Dari ‘Lapak Korea’ Hingga ‘Lapak Buaya’
Para tahanan di penampungan itu terbagi ke dalam beberapa lapak berdasarkan kesukuan dan daerah, seperti Lapak Korea untuk orang Sumatera bagian utara…
-
Tak Ada Cinta yang Terdefinisi Dalam Selimut Kepastian
Cinta tak boleh hambar, meski mungkin ia boleh saja tawar. Tawar seperti roti tawar yang bisa mengajukan tawaran kepada penikmatnya
-
Jangan Ya, Nak
“Jangan ya, Nak….” Suara Ayah pelan, hampir tenggelam oleh deru angin di luar, tetapi tidak ada keraguan di sana. “Cukup Ayah dan Ibu yang menjalani…
-
Doa yang Dilemparkan ke Tanah
“Terima kasih, Pak Arif. Acara kita mulai.” Musik menghantam. Doa yang baru saja naik ke langit seperti dilempar kembali ke tanah.
-
Ketika Air Mata Menjadi Telaga
Air mata sang ratu menjadi menarik bukan karena kita harus menerimanya sebagai fakta geografis, melainkan karena ia menunjukkan kemampuan manusia mengubah pengalaman batin menjadi simbol…
-









