Upaya Terus Mencintaimu
kuakui, mencintaimu memang begitu rumit
seperti kebijakan-kebijakan
penuh gebrakan
gebrak nurani, gebrak meja, dan tiba-tiba
menggebrak harga bbm
yang mencekik biaya kencan kita
rumah kita terbentang puluhan kilometer
bagaimana kini aku memangkas jarak
dengan gaji sehari
hanya sebesar biji kuaci
aku mengerti
rindu memang harus diuji
namun bagaimana menguji rindu
jika harga semangkuk seblak dan sebungkus martabak
harus beradu otot dengan pemangkas jarak
kuakui, mencintaimu memang begitu rumit
seperti para anak muda
bersusah-payah mencari kerja
namun di sorot matamu
masih kutemukan cahaya kebijaksanaan
bibirmu fasih mengeja maaf ketika salah
satu kata yang gagap diucap
di bibir orang-orang di singgahsana
kuakui mencintaimu memang begitu rumit
tetapi kita telah tinggal di tempat paling liar di muka bumi
kerumitan melebur dalam hari-hari
dan upaya terus mencintaimu
adalah cara paling masuk akal mempertahankan hidup
Bogor, 2026
Sebuah Pagi Pengemudi Ojek Daring
jam weker meledak tepat di jantung subuh
ia selesaikan ritual dan bergegas
melemparkan diri ke dalam
dingin angin jalanan
di antara rasa lapar yang ditahan
dengan sabar ia menanti
ponsel berdering
mengetuk rezeki pertama hari ini
di sela-sela itu
ia teringat wajah ibunya
sedang menjerang doa
mematangkan tenang
hari-harinya
kota ini senantiasa membekalinya
pagi yang muram
ia menyetor napas bersama cemas,
debu, kemacetan, nyanyian klakson
dan penantian
Bogor, 2026
Perayaan Cinta Dalam Setumpuk Kekhawatiran
malam itu
aku menelusuri dadamu;
kekhawatiran mengental
bulan naik pelan-pelan
mata kita mulai memetakan hari depan:
hidup yang berdesak-desakkan
antara biaya kontrakan dan cicilan kendaraan
aku ingin kita berbagi bulan dan matahari
beradu rayu hingga air mata
keluar dari ranjang yang
belum selamat dari tagihan
lalu kita terbangun, berpelukan
merayakan cinta dalam setumpuk kekhawatiran
terus bekerja, mengubur kita hidup-hidup
Bogor, 2026
Sementara
sementara aku tinggalkan jejak tubuhmu di baris sajak-sajak
sebelum aku bisa menyentuhmu lebih lama
cinta juga kan kuselipkan di sini
agar kau tahu
bahagia dan sedih
hanya berjarak satu larik
sementara aku sedang menulis
kau boleh menyelinap sebagai bahasa
agar aku tahu
tak ada kata yang sia-sia
Bogor, 2026
Editor: Farhan Azizi






Tinggalkan Balasan