Kembali Menulis

Ilustrasi Kembali Menulis

Hal itu sangat meresahkan bagi saya. Padahal sebelum itu, tulisan yang saya kirim ke media massa terbilang sangat jarang ditolak. Kira-kira, dua tahun lalu, dari lima tulisan yang dikirim ke media massa, paling tidak, empat tulisan pasti diterima. Bahkan, pada saat tertentu dari semua tulisan yang dikirimkan, semuanya diterima.

Oleh karena itu, belakangan saya berupaya keras mencari apa yang menjadi penyebab kemandekan tersebut. Saya pun mencoba memetakan bagian-bagian dari episode perjalanan hidup yang terlewat selama dua tahun ini. Alhasil, pencerahan atas problem yang membuat gundah ini perlahan saya dapatkan.

Setelah berbulan-bulan merenung dan berupaya melalui bertanya, berdiskusi, dan membaca, saya menemukan jawaban dari masalah ini. Pertama, kecongkakan. Kedua, pola/kebiasaan hidup.

Baca Juga
Aku dan Koran

Adapun kebiasaan hidup yang saya maksud adalah kebiasaan harian yang dua tahun lalu selalu saya lakukan, tetapi kemudian sudah mulai jarang atau tidak sama sekali, yakni membaca dan menulis setiap hari. Bukan berarti saya tidak membaca dan menulis. Jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah halaman buku yang saya baca selama dua tahun yang terlewat justru mungkin lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, kebiasaan itu tidak saya lakukan setiap hari.

Umpamanya, dalam satu hari saya bisa menamatkan satu buku setebal 300 halaman, sedangkan keesokan harinya atau satu bulan berlalu saya sama sekali tidak membaca. Satu atau dua bulan kemudian barulah saya membaca kembali. Begitu seterusnya.

Sama halnya dengan menulis. Dua tahun yang terlewat bukan sama sekali tidak menulis, saya tetap menulis tetapi tidak melakukan hal itu setiap hari. Dalam tiga bulan saya hanya menulis satu tulisan. Sementara di tahun sebelumnya, saya bisa menulis tiga sampai empat ragam tulisan dalam satu hari, dan itu menjadi kebiasaan setiap hari. Ada yang saya simpan untuk diri sendiri dan ada yang saya kirimkan ke media massa. Bahkan ada masanya dalam satu hari, dari empat tulisan saya yang berbeda terbit di empat media yang berbeda pula. Saya merasa hari itu adalah hari yang penuh nikmat luar biasa.

Semoga bermanfaat

Penulis

Avatar Farhan Azizi

Komentar

One response to “Kembali Menulis”

  1. Avatar Ahdian Azri Bustari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *