Esai
Rubrik untuk suara-suara kreatif dan mendalam tentang apa saja yang terjadi di sekitar
-
Jika Hidup Sebuah Pilihan, Kenapa Aku Memilih Hidup?
Hidup memang tidak menjanjikan jawaban, tapi memberikanku kesempatan untuk terus bertanya. Dan, bukankah bertanya itu sendiri sudah cukup menjadi alasan untuk tetap hidup?
-
Kampus Bukan Rumah Mahasiswa, tapi Cuma Tempat Singgah buat Isi Absensi
Hasil akhir motivasi yang dibangun dalam pembelajaran di kampus itu bukan untuk memenuhi kebutuhan keintelektualan mahasiswanya, melainkan motivasi untuk memenuhi absensi tiap semesternya.
-
Alasan Aktivis Perlu Masuk Mal, dan Perbuatan itu Tidak Akan Membuatnya Murtad
Apakah jika seorang aktivis masuk mal kemudian membeli produk di mal itu identitasnya perlu dipertanyakan?
-
Pelajar dan Pekerja, Sama-sama Pergi Pagi Pulang Sore, Bedanya Hanya Seragam, Gaji, dan MBG
Sekalipun seandainya Iran berencana menyerang Indonesia, MBG senantiasa menjadi prinsip yang membedakan pelajar dengan pekerja.
-
Kesalehan Budaya Dalam Gamelan Dakwah Sunan Kalijaga
Jejak Sunan Kalijaga bermuara pada sebuah konsep kesalehan yang unik, yaitu kesalehan budaya yang tidak memisahkan antara kesucian doa dengan keluhuran adab.
-
Ilusi Ruang Publik di Kolom Opini Media Massa
Penulis opini, betapapun kritisnya ia merasa, pada akhirnya hanya bermain di “kolam dangkal” yang ukurannya sudah ditentukan oleh pemilik kolam.
-
Tuli Hati Merasa Ahli
Cinta dan kasih sayang adalah salah satu dari sekian banyak sifat yang semestinya dimiliki oleh setiap pemeluk ajaran agama Islam secara khusus atau semua umat…
-
Jalan Intelektual Sang Penyendiri di Tengah Dekadensi Sosial
Jika orang-orang di sekitarmu tidak bisa diajak bicara tentang esensi keberadaan, maka berbicaralah dengan Plato, Aristoteles, atau Al-Farabi melalui teks-teks mereka.
-
Penderitaan yang Disalahkan: Hegemoni, Rasa Malu, dan Kesunyian Subaltern dalam Puisi N. A. Nekrasov dan Realitas Pendidikan Indonesia
Sastra, dalam bentuknya yang paling jujur, kerap merekam momen ketika penderitaan tersebut tidak mampu menemukan bahasa sosialnya dan justru berbalik menjadi rasa malu serta kesalahan…
-
Puisi di Persimpangan: Antara Pasar dan Estetika
Ketika etika estetik senantiasa dijaga di tengah realitas pasar, puisi akan terus hidup sebagai ruang refleksi, bukan etalase kata-kata belaka.















