Esai
Rubrik untuk suara-suara kreatif dan mendalam tentang apa saja yang terjadi di sekitar
-
Bukan Sekadar Jalan-Jalan: Oleh-Oleh Pemikiran dari Jantung Diplomasi Komunitas di Malaysia
Biasanya, orang ke Malaysia cari apa? Nasi lemak? Menara Kembar? Nah, perjalanan saya ke Kuala Lumpur kemarin sedikit beda.
-
Jiwa yang Retak dalam Tragedi Pasangan Muda Indonesia
Dalam banyak keluarga dan sekolah di Indonesia, pendidikan emosi adalah sebuah kemewahan, jika bukan hal yang tabu. Anak laki-laki diajarkan untuk tidak menangis dan menekan…
-
Membaca dalam Kemapanan Kerja
Mereka yang tetap membaca, membiarkan diri mereka berada dalam posisi yang tidak cerewet, tidak buru-buru.
-
Sekolah Rakyat: Audit Nurani atas Anggaran Pendidikan dan Janji Konstitusi
Tujuan akhir dari setiap kebijakan pendidikan yang berhasil seharusnya adalah membuat Sekolah Rakyat tidak lagi diperlukan.
-
Dialektika Kecerdasan Buatan: Antara Solusi Iklim dan Akselerator Krisis Ekologis
Masa depan keberlanjutan tidak akan ditemukan dengan menolak AI (Kecerdasan Buatan), melainkan dengan membentuk kembali arah pengembangannya secara fundamental dan radikal.
-
Menyoal Dominasi Lembaga Fatwa di Indonesia Pasca-Orde Baru (Bagian II)
Dalam arena pertarungan wacana keislaman, tiga raksasa institusional—Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah—berdiri sebagai arsitek utama, masing-masing dengan cetak biru fatwa yang…
-
Keracunan Massal MBG: Kepercayaan, Risiko, dan Politik Pangan
Meskipun pemerintah telah menetapkan KLB untuk menangguhkan 56 dapur MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berpegang pada narasi untuk melanjutkan program.
-
Menyoal Dominasi Lembaga Fatwa di Indonesia Pasca-Orde Baru (Bagian I)
Lembaga fatwa yang dominan tidak hanya menginterpretasikan teks, tetapi juga secara aktif mereproduksi dan menjaga tatanan sosial dan politik tertentu
-
Cara Menerima Kenyataan Hidup yang Tolol dan Mengesalkan
Ada satu hal yang tak pernah gagal membuat manusia kesal: kenyataan. Ia hadir tanpa diundang, tanpa permisi, dan sering kali dengan wajah tolol yang menyebalkan















