Indeks
-
Ketika Sejarah Bertemu Kepentingan
Sejarah lebih menyerupai kanvas. Ia bisa dilukis, dihapus, ditimpa, dan diwarnai sesuai selera pelukisnya. Dan pelukis sejarah—baik itu negara, penguasa, atau institusi pendidikan—selalu memiliki motif.
-
Versi Beta yang Belum Selesai
Aku tak pernah ingin kamu sempurna/karena aku sendiri masih versi beta/penuh bug, kadang hang, dan suka tiba-tiba blank/kalau kamu tersenyum.
-
Polisi dan Budaya Kuasa: Menelisik Luka Struktural dalam Institusi Kepolisian Indonesia
Dalam kenyataannya, berbagai laporan, riset, hingga investigasi jurnalistik mengungkapkan bahwa polisi Indonesia masih bergulat dengan budaya kekerasan, korupsi
-
Gen Z di Tengah Gelombang Stres dan Krisis Mental
Gen Z tumbuh dalam dunia yang sarat paradoks: teknologi membuat segalanya lebih mudah, tapi juga membuat manusia semakin tidak sabar.
-
Ketimpangan yang Mengakar: Mengapa Miskin Tetap Miskin dan Kaya Tetap Kaya?
Di balik slogan-slogan pembangunan dan janji-janji pemerataan, realitas ketimpangan ekonomi tetap menjadi benang merah sejarah sosial umat manusia.
-
Teknologi dan Perubahan Sosial: Antara Konektivitas dan Keterasingan
Teknologi, terutama dalam bentuk digital, telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia.
-
Saat Perguruan Tinggi Jadi Kios Percetakan
Perguruan tinggi kita, hari ini, lebih mirip “kios percetakan” ketimbang lembaga pendidikan tinggi. Kios yang sibuk memproduksi lembaran-lembaran.
-
Anak Alam
Orang-orang memanggilnya “Anak Alam”. Bukan karena ia dilahirkan dari rahim pohon beringin atau air sungai, tapi karena ia tidak pernah duduk di bangku sekolah
-
Pendidikan Indonesia: Antara Fasilitas dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan adalah fondasi utama yang mendukung pembangunan sebuah bangsa. Sejak kemerdekaan Indonesia, pendidikan telah menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan pembangunan negara.
-
Koperasi Merah Putih: Pilar Ekonomi Berkeadilan dalam Perspektif Islam
Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi pilar perekonomian yang berbasis pada prinsip-prinsip ekonomi Islam, dengan memperhatikan keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat.















