Puisi
Rubrik untuk suara segala jenis Puisi
-
Mengebiri Nurani
Kita mengebiri nurani sendiri/demi disebut modern/demi dianggap beradab.
-
Ratapan Empu di Tungku Ilmu
Palu dan landasan ditemukan berkarat/Buku-buku tua lapuk dimakan zaman/Ilmu sang empu menjadi hikayat/Sebuah dongeng sebelum tidur, tanpa tuntunan.
-
Puisi untuk Kemerdekaan: Rekomendasi Bait Indah Menyambut HUT RI ke-80
Puisi selalu punya tempat yang istimewa. Melalui bait-baitnya, semangat perjuangan dan cinta tanah air bisa diucapkan dengan cara yang hangat dan menyentuh.
-
Generasi di Bawah Cahaya Layar
Jam kerja kehilangan jarum. Hari libur, hanya perpindahan dari rapat ke hiburan.
-
Di Meja Peradaban
Puisi ini adalah lanskap perasaan dan pemikiran yang menyatu dalam percakapan dua insan: bukan percintaan konvensional, melainkan cinta yang politis, ekologis, dan revolusioner.
-
Aku yang Membeli Neraka dengan Tanda Tangan Sendiri
Aku duduk di sudut kamar yang bisu, dinding menatapku seperti hakim pemarah. Kepalaku penuh suara-suara lama, mengingat tiap janji yang kubikin dengan mulut sembarangan.
-
Bendera Bahagia Milik Kita Semua
Karena bendera paling indah, adalah yang membuat semua orang merasa diterima. Bendera yang membuat kita tersenyum saat melihatnya. Bendera yang bisa kita warnai bersama, tanpa…
-
Puisi-Puisi Farhan Azizi
Wisuda tinggal foto untuk diubah jadi lamaran kerja / kepala pecah lagi, tapi bukan karena ujian—karena hidup nyata.
-
Serakah
Dan ketika tubuhnya lemah dan ia memanggil nama Tuhan ia akan sadar bahwa Tuhan pun pergi karena ia terlalu sibuk menjadi tuhan bagi dirinya sendiri
-
Setan Merah di Senjakala
“Glory glory” jadi gema palsu/bertabrak rindu di dada fans yang tetap setia/meski tiap akhir pekan jadi luka baru.















