Opini
Rubrik untuk suara-suara subjektif namun reflektif dan tetap mengakar pada fakta
-
Menemukan Kembali Kebebasan Berpikir
Mahasiswa tak pernah benar‑benar bodoh, mereka hanya disuruh percaya bahwa keheningan adalah emas
-
Indonesia di Simpang Jalan
Indonesia di 2025 bukan lagi sekadar negara berkembang, tetapi berada di simpang jalan–antara mengukuhkan demokrasi atau kembali ke fiksi legitimasi retorik.
-
Sindrom Budaya Korup & Korporatisasi Pendidikan
Kasus ini bukan sekadar persoalan keuangan negara, namun dominasi kekuasaan yang tumpang-tindih antara politisi, birokrat, dan korporasi—yang ujungnya mencoreng sistem pendidikan bangsa.
-
Sibuk Sekolah Lupa Belajar
tujuh dasawarsa lebih setelah cita luhur itu diikrarkan, kebijakan pendidikan Indonesia masih saja terperangkap di antara labirin regulasi, dinamika politik anggaran, dan kepentingan pragmatis yang…
-
Melawan Gelombang Instan: Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa di Era AI dan TikTok
Jika kita ingin mahasiswa kembali membaca, maka kita perlu lebih dari sekadar perpustakaan dan daftar bacaan. Kita butuh ekosistem membaca — yang mendukung, memfasilitasi, dan…
-
Keberagaman Budaya: Aset Strategis untuk Pembangunan Negara
Keanekaragaman budaya di Indonesia sangat luas, tidak hanya terbatas pada bahasa, tetapi juga mencakup berbagai bentuk seni.
-
Mengubah Mosaik Keberagaman Menjadi Mesin Pembangunan Bangsa
Indonesia sering kali digambarkan sebagai sebuah mosaik raksasa yang indah, tersusun dari ribuan keping suku, bahasa, agama, dan adat istiadat.
-
NDP Sebagai Inspirasi dalam Gerakan Pembangunan Nasional
Ditengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, bangsa indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga arah dan nilai-nilai dalam pembangunan nasional.
-
Persiapan Multidimensional dalam Menghadapi Pesta Demokrasi Mendatang
Pemilu merupakan sarana menyalurkan hak rakyat untuk memilih pemimpin di negerinya sendiri, secara demokrasi tidak hanya sebatas acara seremonial semata ataupun hanya sebatas prosedural. Mengapa…
-
Pemahaman tentang Wawasan Internasional
Pemimpin yang tidak memahami wawasan internasional hanya akan mengelola negara dengan cara meniru dan terjebak pada perjanjian-perjanjian yang sarat dengan kepentingan elite global.















