Indeks
-
Dari Halliday ke Kelas Bahasa Indonesia
Bagi Halliday, bahasa bukan sekadar kumpulan kata dan aturan tata bahasa. Bahasa adalah alat untuk membangun makna dalam kehidupan sosial.
-
Tradisi yang Ramah Perempuan, Pekerjaan Rumah yang Belum Usai
Di sekitar kita, banyak pihak menyembunyikan realitas yang tidak patut dibenarkan. Mereka melakukannya dengan sengaja, bahkan menganggapnya sebagai tradisi.
-
Apa Jadinya Demokrasi Tanpa Ruang Perlawanan?
Kebebasan berekspresi di internet memang bukan lagi sekadar isu normatif, melainkan telah menjadi ruang perlawanan sehari-hari, tempat merespons ketidakadilan, mengkritik kebijakan, dan membangun imajinasi politik…
-
Ketika Kritikus Sastra Kehilangan Panggung
Budi Darma mengingatkan bahwa ketika pembaca biasa memaksakan diri menjadi kritikus, kritik sastra mudah terjebak pada hal-hal dangkal.
-
Khazanah Perkaderan Insan Cita: Manifestasi Mandat Kekhalifahan dan Doktrin NDP HMI
Training HMI pada intinya berperan layaknya mesin pencetak untuk mengembalikan posisi manusia pada tempatnya yang tepat, yakni mencetak manusia menjadi kader yang berperan sebagai ideologi…
-
Kepalaku Rumah Sakit Jiwa
kepalaku adalah rumah sakit jiwa / yang telah lama dihuni kata-kata / mereka gemar melantur / terkadang tantrum / ketika gagal menjadi puisi
-
Menakar Harga Diri: Melepaskan Belenggu People Pleaser
Ingatlah bahwa membahagiakan orang lain bukanlah kewajiban Anda, tetapi membahagiakan diri sendiri adalah sebuah keharusan
-
SAJAK UNTUK MEI
Dan ditinggalnya hanya kata ingin / Darah diciptakan seperti angin
-
Predator di Balik Tembok Pesantren
Banyak pesantren dibangun di atas budaya sami’na wa atha’na—kami mendengar dan kami taat—yang nyaris tanpa ruang kritik.









