Indeks
-
Dekonstruksi Peta Jalan Pikir Seorang Penggosip
Ketika seseorang menceritakan tentang kejatuhan atau keberhasilan orang lain, sebenarnya ia sedang menegosiasikan posisinya sendiri dalam peta moral kehidupan: Apakah aku lebih baik darinya? Apakah…
-
Hari Museum Nasional: Sekadar Seremoni Tahunan atau Titik Pijak Transformasi?
Hari Museum Nasional adalah pengingat tahunan tentang harta karun memori yang kita miliki. Namun, memiliki harta karun saja tidak cukup. Kita butuh juru kunci yang…
-
Jiwa yang Retak dalam Tragedi Pasangan Muda Indonesia
Dalam banyak keluarga dan sekolah di Indonesia, pendidikan emosi adalah sebuah kemewahan, jika bukan hal yang tabu. Anak laki-laki diajarkan untuk tidak menangis dan menekan…
-
Membaca dalam Kemapanan Kerja
Mereka yang tetap membaca, membiarkan diri mereka berada dalam posisi yang tidak cerewet, tidak buru-buru.
-
Sekolah Rakyat: Audit Nurani atas Anggaran Pendidikan dan Janji Konstitusi
Tujuan akhir dari setiap kebijakan pendidikan yang berhasil seharusnya adalah membuat Sekolah Rakyat tidak lagi diperlukan.
-
Dialektika Kecerdasan Buatan: Antara Solusi Iklim dan Akselerator Krisis Ekologis
Masa depan keberlanjutan tidak akan ditemukan dengan menolak AI (Kecerdasan Buatan), melainkan dengan membentuk kembali arah pengembangannya secara fundamental dan radikal.
-
Menyoal Dominasi Lembaga Fatwa di Indonesia Pasca-Orde Baru (Bagian II)
Dalam arena pertarungan wacana keislaman, tiga raksasa institusional—Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah—berdiri sebagai arsitek utama, masing-masing dengan cetak biru fatwa yang…
-
Keracunan Massal MBG: Kepercayaan, Risiko, dan Politik Pangan
Meskipun pemerintah telah menetapkan KLB untuk menangguhkan 56 dapur MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berpegang pada narasi untuk melanjutkan program.
-
Menyoal Dominasi Lembaga Fatwa di Indonesia Pasca-Orde Baru (Bagian I)
Lembaga fatwa yang dominan tidak hanya menginterpretasikan teks, tetapi juga secara aktif mereproduksi dan menjaga tatanan sosial dan politik tertentu
-
Tetap Menjadi Pembaca Tanpa Buku
Pertama sekali harus kita akui tidak setiap orang menyukai buku, bukan karena mereka membenci apalagi malas membaca buku tetapi karena keterbatasan waktu.















