Indeks
-
Menggugat Nurani Umara dan Ulama
Ulama harusnya berada di tengah pasar yang pengap, gang-gang sempit nan becek, atau pematang sawah kering. Bukan malah mengisolasi diri di ketinggian lantai 40.
-
Penderitaan yang Disalahkan: Hegemoni, Rasa Malu, dan Kesunyian Subaltern dalam Puisi N. A. Nekrasov dan Realitas Pendidikan Indonesia
Sastra, dalam bentuknya yang paling jujur, kerap merekam momen ketika penderitaan tersebut tidak mampu menemukan bahasa sosialnya dan justru berbalik menjadi rasa malu serta kesalahan…
-
Tamsil Mem Rangkak Motih
Umai duduk di bangku ulin tua / beroleskan bedak kuning pada wajahnya / sedang mengerjakan manik-manik …
-
Puisi di Persimpangan: Antara Pasar dan Estetika
Ketika etika estetik senantiasa dijaga di tengah realitas pasar, puisi akan terus hidup sebagai ruang refleksi, bukan etalase kata-kata belaka.
-
Tentang Hidup Sederhana
Contoh paling nyata hidup sederhana justru datang dari anak kecil yang bahkan belum tahu harga cabai di pasar.
-
Algoritma Daging dan Aspal
“Terus…” suara tukang parkir itu melemah, “Pas napas terakhirnya lewat, pas badannya sudah tidak bergerak…
-
-
Bukan Amukan Alam, tetapi Tagihan dari Keangkuhan Tata Ruang
Huru-hara hidrometeorologi yang menghajar kita di pertengahan Januari 2026 ini bukanlah “anomali”. Berhenti menyebutnya demikian.
-
Pentingnya Menjaga Tradisi: Belajar dari Tradisi Massawa
Kecepatan informasi dan pergeseran dalam pembagian kerja di masyarakat akibat dari perkembangan zaman memengaruhi nilai-nilai kebersamaan yang ada di masyarakat.
-
Dekonstruksi: Kita Semua Hanya Copy Paste
Melakukan dekonstruksi terhadap media sosial bukanlah upaya orang tua yang gagap teknologi untuk menolak kemajuan zaman.















