Indeks
-
Mokondo, Gengsi Kita, dan Matinya Nalar Kemanusiaan
Istilah Mokondo ini sejatinya adalah senjata patriarki yang dipinjam oleh masyarakat untuk memukul laki-laki. Kita menuntut laki-laki untuk menjadi “penyedia” (provider) sejati, tetapi di sisi lain, kita…
-
Jika Tujuan Utama Pendidikan Hanyalah Efisiensi Serapan Kerja, untuk Apa Peradaban ini Dipertahankan?
Alih-alih membenahi kualitas pendidikan, memperkuat kurikulum, atau membuka ruang adaptasi ke kebutuhan zaman, yang dipilih justru menutup, memotong, menghapus.
-
Tidak Perlu Tergesa-gesa, Kalau Baru Paham “Alif” Sampaikan Tentang “Alif”
Kalau yang kita pahami baru “alif”, maka sampaikanlah tentang “alif”. Tidak perlu tergesa-gesa menjangkau “ba”, apalagi “ya”. Bukan karena ilmu itu harus disembunyikan, tetapi karena…
-
Paradoks Hari Buruh: Apakah Cara Terbaik Merayakan Hak Pekerja Adalah dengan Tidak Bekerja?
Di beberapa negara (termasuk Indonesia), Hari Buruh dirayakan dengan cara meliburkan pekerja. Pertanyaannya, apakah cara terbaik merayakan hak pekerja adalah dengan… tidak bekerja. Sebuah paradoks…
-
Mengembalikan Makna Pendidikan Kemanusiaan
bukankah perjalanan kehidupan itu sendiri—yang di dalamnya selalu melalui proses belajar—integral dengan proses penyempurnaan diri, atau yang oleh para filsuf disebut dengan kegiatan iman dan…
-
When “Disiden” Enters the Mainstream: Language, Power, and the Quiet Politics of Naming
A viral remark by Prabowo Subianto calling Rocky Gerung a disiden sparks debate in Indonesia. This opinion explores how the term “disiden” reflects shifting views…
-
Pelajaran dari Jembatan Cangar: Konstruksi Sosial Membatasi Ruang Berbagi bagi Laki-Laki
Peristiwa di Jembatan Cangar ini juga berkaitan dengan konstruksi sosial mengenai cara individu, khususnya laki-laki, mengekspresikan emosi.
-
Pantun Redup, Mengungkap Penurunan Popularitas Pantun di Era Sastra Saat Ini
Pantun itu membutuhkan bentuk tulisan untuk tetap hidup dan lestari dalam kehidupan masyarakat supaya berjejak. Atau supaya generasi yang akan datang tahu bagaimana bentuk pantun…
-
Menggali Konsep “Inner Beauty” Ala Kartini di Masa Kini
Bagi Kartini, kecantikan tidak terletak pada tampilan fisik, melainkan pada pikiran yang tercerahkan, keberanian untuk bersuara, dan komitmen terhadap kemanusiaan.
-
Hidup Hemat: Cara Bijaksana Menjawab Krisis Ekonomi dengan Akal Sehat
Sering kali, masalah keuangan muncul bukan karena penghasilan terlalu kecil, tetapi karena kita tidak menyadari ke mana uang kita pergi.









