Remediasi: Pesan Redaksi Tahun Pertama (2)

Noam Chomsky mengajukan pernyataan dalam tulisannya berjudul “Apa yang Sesungguhnya Diinginkan Paman Sam” yang terbit pada tahun 1992 dalam 11 edisi bahasa asing dan terjual sebanyak 244.000 kopi.
“Tak peduli apakah ‘liberal’ atau ‘konservatif’, media-media utama dikuasai oleh korporasi raksasa yang dimiliki oleh dan berjejaring dengan para konglomerat yang bahkan lebih besar lagi. Seperti para korporasi lainnya, mereka menjual produk kepada pasar…”
Dalam tulisan yang lain, berjudul “Rahasia, Kebohongan dan Demokrasi” yang sudah terbit dalam 7 bahasa asing dan terjual sebanyak 142.000 kopi, Chomsky mengajukan pertanyaan “Apakah para pemilik media senantiasa menentukan konten siaran?”
Menurutnya, “Dalam pengertian tertentu, ya. Namun, pemilik media tentu tidak hadir secara langsung untuk memberitahukan batas pembicaraan yang harus dibawakan oleh pembawa acara talkshaw. Ada sebuah mekanisme yang halus, bahkan hampir tidak disadari, untuk memberikan batasan tertentu pada konten yang disiarkan…”
Kemudian dari pada itu, media sebagai alat komunikasi—dengan segala macam bentuknya (koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk)—menjadi salah satu penyebab, atau boleh kita katakan berkontribusi atas, terjadinya segala macam peristiwa. Mulai dari peristiwa penting hingga tidak penting.
Maka sebagai alat komunikasi kami memandatkan Balai Pikir untuk menjadi bagian dari segala bentuk peristiwa. Namun, keterikatan kami pada ruang dan waktu tentu tidak memungkinkan itu terjadi. Ada ruang dan waktu yang tidak mungkin dijangkau oleh kami.
Karena itu, kami sangat memerlukan pikiran-pikiran kritis, tajam dan rinci secara deskriptif maupun analitis. Atau sekurang-sekurangnya ada penyertaan keterangan bagi kami untuk dapat melakukan proses kuratorial dan editorial dengan sebaik mungkin.
Harapan itu semua supaya kami dapat menjadi mediator yang memediasi berbagai pikiran. Sehingga atas apa yang Anda kirimkan kami dapat memahami secara komprehensif.
Remediasi
Proses editorial tidak lain adalah proses remediasi, yakni tindakan atau proses penyembuhan sebuah tulisan, yang barang kali masih terjangkit ego, amarah, atau pengaruh apapun yang menyertainya.
Tak bisa dipungkiri bahwa dalam setiap tulisan selalu mengikutsertakan cakrawala pengalaman dan pengetahuan, bahkan kepentingan. Itu sebabnya, proses penyembuhan keikutsertaan cakrawala itu perlu dinetralisir oleh beberapa pihak, meskipun belum tentu pihak tersebut terbebas dari cakrawala yang dimaksud.
Seperti itulah pada kenyataannya. Seburuk apapun keikutsertaan cakrawala dalam editorial apabila media berupaya semaksimal mungkin berjalan di atas fungsi mediasi, maka cakrawala tersebut untuk menjadi penengah. Bukan untuk menguatkan atau melemahkan, melainkan seperti para nelayan yang mengetengahkan perahu bersama-sama.
Terima kasih dan maaf sebesar-besarnya sangat patut kami ucapkan kepada semua kontributor. Segala kekurangan dan kelalaian kami perlu dikritisi dan dikomentari untuk membuka diskusi panjang tentang masa depan alat komunikasi ini.
Semoga bermanfaat.