Di tepi Keadilan Negeri, Negeri Bedebah, Menolak Tunduk

Di Tepi Keadilan Negeri
anak-anak sedang belajar dibombardir
nyawa warga rentan
keadilan dunia bayang-bayang penguasa
kemanusian sekadar alat perpecahan
sedang darah mengalir membanjiri tanah suci
terkubur di tanah Surga
pemimpin menolak suap jabatan, harta dan tahta
keyakinan itu tertanam dalam batin
negara tercipta dari air mata, darah dan ketidak adilan
berdiri di tengah gempuran ekonomi
bahkan kesejahteraan warganya
Purwakarta, 3 Maret 2026
Negeri Bedebah
perdamaian dunia telah dimanipulasi
sebagian negara yang rakus dan bejat
menghabisi sisi kerukunan
dewan keamanan meludahi persatuan
siapa yang merumuskan, dia menghancurkan
bernegosiasi hanya tipu-tipu zionis
merebut martabat negeri
kami masih tetap bertahan
kemenangan sejati di hadapi dengan keteguhan iman
bukan perang senjata
yang terus-menerus menghujani kota
aku berlindung padamu
dari fitnah dajjal yang membayang-bayang
Purwakarta, 3 Maret 2026
Menolak Tunduk
penguasa yang masih nongkrong di kursi
tak pernah melirik dunia yang sedang terbakar api geopolitik
negara yang licik, tak pernah simpatik
yang katanya menjaga stabilitas perdamaian Palestina
memporak-porandakan umat manusia
ini bukan tentang agama atau sekutu
tapi tentang sisi kemanusiaan
yang dihancurkan bertubi-tubi
tanpa hati nurani
negeri pengkhianat
selalu saja berdebat
menghabiskan anggaran negera
yang katanya merumuskan keamanan
meluncurkan senjata
kami menolak tunduk
siap tempur melawan kemungkaran
Purwakarta, 3 Maret 2026