Pesan Redaksi: Remediasi Total

Balai Pikir — Sebuah tulisan seharusnya adalah perwujudan dari luapan pikiran yang tumpah secara disengaja, disadari, dan paling ekstremnya dipaksakan. Tulisan dalam arti pikiran yang tertulis bisa melampaui pikiran dalam pengertian umumnya. Tulisan bisa memangkas jarak kenyataan dengan pikiran, serta meredakan rasa kecewa saat pikiran tak bertemu dengan perbandingan dalam kehidupan yang nyata. Maka itu sebabnya tulisan terkadang juga bisa mengobati keputusasaan seseorang yang putus cinta, atau gulung tikar karena usahanya tak kunjung balik modal.
Hematnya, tulisan dalam kesepahaman kami adalah ungkapan paling jujur penulis tentang apa yang diketahui dan dialami. Sebab tak jarang tulisan mengandung pengakuan dosa dari hati yang paling dalam si penulisnya. Sehingga kejujuran menjadi karakter utama penulis. Tanpa kejujuran seseorang yang sedang menjalani kegiatan menulis layaknya orang buta yang dengan sengaja menyesatkan dirinya di tengah hutan belantara.
Hari ini, Sabtu, 28 Maret 2026, beberapa jam sebelum ulang tahun yang pertama, kami ingin senantiasa menghadirkan tulisan-tulisan informatif, edukatif serta menghibur dengan gaya yang mendasar pada proses berpikir. Sebab pikiran adalah asal-muasal tulisan, dan tulisan adalah tuangan dari pada pikiran, maka Balai Pikir adalah rumah bagi pikiran.
Namun, rumah ini perlu dirawat oleh pikiran yang memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan, keindahan, dan sebagainya, dan termasuk keharmonisan hubungan di antara penghuninya. Dalam hal kebersihan, pikiran-pikiran yang akan menghuni rumah ini kami ingin agar bersih dari pengaruh emosi jangka pendek dan sesaat. Dengan kata lain, yang kami harapkan dari pikiran calon penghuni rumah ini adalah pikiran yang bebas dari iri, dengki, atau amarah yang kontraproduktif.
Dalam hal keindahan, kami sadar bahwa nilai, hikmah, amanah atau pesan apapun yang terkandung dalam tulisan adalah hal penting, tetapi ketelitian setiap penulis untuk sungguh-sungguh memerhatikan kata yang tepat dan indah agar benar-benar merepresentasikan pikirannya secara jujur akan membuat tulisan itu berada di baris depan. Kami percaya kejujuran itulah yang melahirkan keindahan, dan keindahan itu akan menggetarkan hati.
Adapun keharmonisan calon penghuni rumah ini yang kami ikhtiarkan adalah keterhubungan tulisan dengan sukma dalam rumah ini. Raga boleh berbeda, tetapi sukmanya tetap terpancar sehingga menjadi sumber cahaya penghidupan yang menerakan rumah ini.
Niscaya, kejujuranlah nyawa pikiran. Dengan nyawa itu, rumah ini akan secara otomatis bergerak dengan tanpa perlu hancur-lebur untuk sampai kepada tujuan akhirnya.
Itulah pesan redaksi Balai Pikir, menjelang ulang tahun yang pertama ini, semoga semua hal baik senantiasa melekat pada kami.

